Tampilkan postingan dengan label Sepakbola Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sepakbola Indonesia. Tampilkan semua postingan

Soal Ancaman FIFA, FIFPro Asia Pilih dukung Menpora

JAKARTA - FIFPro (Federasi Pesepakbola Dunia) melalui salah satu divisi-nya, FIFPro Asia, memberikan dukungan penuh terhadap Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, dukungan ini tertuang dalam surat yang dikirimkan FIFPro Asia ke Kementrian Pemuda dan Olahraga. 

Brendan Schwab 
Dukungan tersebut diberikan oleh Chairman FIFPro Asia Brendan Schwab, yang juga sebagai Wakil President FIFPro. APPI selaku Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia sangat mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh Brendan. Apresiasi ini sangat berarti ditengah intervensi yang dilakukan oleh FIFA demi menjaga keselamatan sepakbola indonesia dan para pemain profesional yang bermain di dalamnya. APPI juga memberikan laporan kondisi persepak bolaan di Indonesia, dalam kongres FIFPro Asia pada 30-31 Maret lalu.

"Dalam kongres disepakati untuk memberikan support kepada Menteri Pemuda dan Olahraga dan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dalam situasi yang sedang terjadi di Pesepakbolaan Indonesia," kata APPI melalui rilis resminya Senin (6/4) malam.

dalam surat yang dikirimkan oleh FIFPro tersebut ditegaskan kalau Klub yang bermain di Liga Indonesia harus menaati hukum yang berlaku dan juga patuh dengan membayar pajak karena merupakan kewajiban masing - masing klub. 

Berikut Poin Penjelasan Surat FIFPro Asia:

1.    Setiap klub ISL diatur dan terikat sebagai entitas hukum yang mengacu kepada hukum Indonesia

2.    Setiap klub ISL harus memenuhi kewajiban pajak mereka

3.    Setiap klub ISL harus melakukan pembayaran gaji pemain pada musim yang telah berlalu, tahun 2014

sumber : JPNN

FIFA Memperingatkan Pemerintah Indonesia Untuk Tidak Ikut Campur Dalam Kompetisi Lokal

Sekertaris Jendral FIFA Jerome Valcke mengatakan kepada Menteri Olahraga Imam Nahrawi agar mengijinkan PSSI untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi institusi tersebut secara independen dan tanpa campur tangan pihak ke tiga. Anjuran tersebut tercantum dalam surat yang diposting di situs Kemenpora tanggal 10 April. .
disamping masalah kepengurusan ganda yang terjadi di klub Indonesia. ini bukan kali pertama FIFA harus ikut campur dalam menengahi permasalahan persepakbolaan di negeri ini. sebelumnya ada pemain paraguay diego mendieta yang meninggal lantaran tidak mampu membayar biaya pengobatanya karena tidak dibayar. kemudian FIFA juga menengahi perseteruan antara PSSI dan KPSI waktu itu yang dipimpin oleh Johar Arifin dan La Nyala Mataliti yang kemudian diakurkan oleh menpora saat itu Roy Suryo. pada saat terjadi sengketa kepengurusan PSSI inilah Liga Indonesia terbelah menjadi dua (ISL dan IPL) yang kemudian mengakar pada permasalahan Arema Dan Persebaya sekarang ini.
dilansir dari situs citizen.co.za bahwa PSSI sendiri dalam beberapa tahun terakhir selalu dalam keadaan tidak harmonis dengan FIFA dan juga AFC dengan alasan kepengurusan yang buruk, tuduhan korupsi, Perebutan kepemimpinan dan Juga rendahnya pengamanan pada pertandingan besar Liga Indonesia.
Dalam surat yang disampaikan oleh FIFA sangat jelas bahwa Menteri Olahraga dikecam karena menerapkan standar ganda pada klub Arema Cronus Dan Persebaya agar kedua klub tersebut tidak bisa mengikuti ajang QNB League.

sementara itu dilain pihak Kemenpora sendiri membantah statement yang dikeluarkan oleh FIFA. Kemenpora beranggapan apa yang telah dilakukan bersifat wajib dan mengikat pada klub indonesia.
disamping itu pihak Kemenpora juga menolak anggapan kalau ada agenda tersembunyi dalam pelarangan klub Arema Dan Persebaya 
Sementara itu menanggapi kisruh yang terjadi saat ini PSSI akhirnya menghentikan sementara pertandingan - pertandingan QNB League musim 2015 - 2016 yang baru memasuki tiga pekan.